Sabtu, 03 Maret 2012

Bio Problem- Bagaimanakah proses terjadinya bloking polispermi?

Polispermi merupakan suatu peristiwa masuknya multisperma (lebih dari 1 sperma) ke dalam ovum (Sel telur) ketika fertilisasi terjadi. Terdapat 2 macam polispermi, yaitu:
  • Blokade Polispermi Cepat 
         Peritiwa ini terjadi ketika sperma dan ovum bertemu. Pros blokade cepat polispermi dilakukan dengan mengubah potensial listrik pada membran telur (Ovum). Membran sel telur tersebut memiliki barier selektif antara sitoplasma dengan lingkungan lua, sehingga hali ini meyebabkan kadar ion di dalam sel telur berbeda dengan kadar ion di luar sel.. Di dalam sel telur tersebut terdapat kadar ion Na dan K.  Ion Na memiliki kadar yang relatif rendah sedangkan ion K memiliki kadar yang tinggi. perbedaan kadar ion ini dikendalikan oleh membran sel yang berfungsi mencegah masuknya ion Na kedalam sel, dan mencegah lepasnya ion K ke luar sel. Blokade cepat polispermi ini juga dapat ditahan dengan menurunkan kadar Na di lingkungan luar sel. Bila suplai ion seodium tidk mencukupi karena potensial membran berubah menjadi positif maka dapat terjadi Polispermi (Gould.SOmero dkk.1979.Jeffe.1980)

  • Blokade Polispermi Lambat
         Pelepasan sperma dilakukan dengan reaksi granula kortikel. Enzim-enzim dari granula memisahkan lapisan vitalin dari membran plasma dan mukopolisakarida menghasilkan gradien osmotik, yang menarik air ke dalam ruang perivitalin dan membengkakkan daerah tersebut. Pembengkakan itu mendorong lapisan vitelin menjauhi membran plasma, dan lapisan lain mengeraskan daerah tersebut. Ketika voltase yang mengalir di sepanjang membran plasma telah kembali normal, dan pemblokiran cepat polispermi tidak lagi berfungsi. Akan tetapi membranfertilisasi itu bersama sama dengan perubahan lain pada permukaan sel telur berfungsi sebagai pemblokiran lambat terhadap polis. Reaksi ini adalah mekanisme blokade polispermi secara lambat dan proses ini mulai aktif sekitar 1 menit setelah fusi antara sel  sperma dan sel telur pertama. Reaksi ini ditemukan hampir di semua spesies mamalia.  (Campbell jilid 2)

Jumat, 02 Maret 2012

Bio Problem - kenapa sentriol dapat membentuk flagellum? jelaskan proses terjadinya?

        Sentriol merupakan salah satu organel sel yang berfungsi dalam pembelahan sel. selain itu Sentriol juga berperan menjadi tempat pembentukan silia & flagela. Flagella adalah suatu organel sel yang berfungsi sebagai alat pergerakan (motilitas). Flagella terdiri dari protein denein dan cytoskeleton. Protein Dinein berfungsi sebagai pemberi sinyal  sedangkan Cytoskeleton berfungsi sebagai penerima rangsang (reseptor). Pada proses pembentukann flagel ini yang berperan adalah protein motorik (Dinein), Sitoskeleton, Mikrotubula, badan basal dan sentriol
        Flagelum pada spermatozoa merupakan susunan dari mikrotubula yang terspesialisasi. Juluran mikrotubul yang terspesialisasi tersebut berasal dari sentrosom. Di dalam sentrosom tersebut  terdapat sentriol yang mengandung banyak sekali mikrotubula-mikrotubula. Mikrotubula yang berada di dalam sentriol iniah yang fungsinya menggerakan flagela yang ada pada sel sperma.
         Proses pembentukan flagela secara rinci akan saya sebutkan dari awal pembentukannya. Pada pembentukan sperma, terdapat suatu tahap dimana spermatid berubah menjadi sperma. Proses ini disebut denga Spermiogenesis.  Pada fase spermiogenesis yaitu pada fase golgi terbentuk granula proakrosomal pada gelembung golgi yang kemudian bergabung membentuk butir akrosom tunggal dalam gelembung akrosomal. dan kemudian sentriol proximal akan bergerak dari sitoplasma ke dasar nukleus yang nantinya akan menjadi lehet antara kepala dan ekor. Sedangkan sentriol distal akan berkembang menjadi aksonema, yaitu struktur yang dibentuk oleh mikrotubula. Mikrotubula memanjang dari sentriol di bagian nukleus sperma. Bagian inti aksonom terdiri atas 2 mikrotubula sentral yang dikelilingi  9 doublet mikrotubula sentral dan tersusun berbaris. Dan hanya satu mikrotubula dari tiap doublet yang terbentuk sempurna dan mempunyai 13 protofilament. Sedangkan lainnya membentuk seperti huruf C yang hanya memiliki 11 protofilament. Selain tubulin yang merupakan baris struktur flagellum, protein juga bereran dalam peran flagel
(Campbell; Ogawa dkk)

Add caption

Jumat, 17 Februari 2012

VERTEBRATA- Aves

Aves adalah kelompok hewan burung, tapi ingat bukn burung "ITU" loh..hahaha.....Aves merupakan hewan yang memiliki bulu, dan dengan bulu tersebut mereka dapat mengatur suhu saat terbang. Kaki pada aves digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang (dengan selaput interdigital). Karakteristik tengkorak aves meliptui tulang-tulang tengkorak yang berfusi kuat, paruh berzat tanduk. Aves tidak bergigi. Mata besar. Kondil oksipetal tunggal.
Ciri-ciri Aves adalah:
  • Tubuh tertutup oleh bulu
  • Mempunyai 2 pasang anggota extremitas, anggota anteriot mengalami modifikasi sebagai sayap sedangkan anggota posterior disesuaikan untuk hinggap dan berenang. Masing0masing kaki berjari 4 buah dan cakar terbungkus oleh kulit yang menanduk dan bersisik
  • Skeleton kecil dan baik, kuat dan penulangannya sempurna. Pada mulut terdapat bagian yang terproyeksi sebagai paruh yang terbungkus oleh lapisan zat tanduk
  • Jantung terdiri dari 3ruangan yaitu 2 anuricula dan 2 ventricula
  • Tidak memiliki vesika urinaria: zat-zat eksresi setengah padat. pada hewan betina biasanya hanya memliki ovarium kiri dan oviduk kanan
  • memilki 12 nervi cranialis
  • Suhu tubuh homoiothermis
  • Fertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan telur memiliki yolk yang besar dan terbungkus oleh cangkok yang keras
 Klasifikasi Aves:
Kelas Aves memiiki 2 Sub kelas yaitu :
A. Subkelas Archeornithes
  Burung yang tergolong Subkeas ini adalah Burung yang masih mempunyai beberapa sifat Reptilia, isalnya pada rongga mulut masih terdapat gigi, sayapnya ash memiliki sisa-sisa kait kuku, kaki belakangnya bersisik  dan ekor masih nampak panjang. Semua Subkelas ini telah punah tinggal fosilnya saja.

Archeopterix ografis















B. Subkelas Neornithes
--> Super Ordo Odotognathae
    Pada klompok hewan ini merupakan burung purba dunia baru yag masih bergigi dan sudah punah
--> Super Ordo Palaeognathae
     Merupakan burung yang berjalan, tidak memiliki gigi dan tidak dapat terbang

Selasa, 14 Februari 2012

VERTEBRATA-reptilia



        Cicak cicak di dinding, diam diam merayap.. lagunya enak ya?? tapi malah jadi aneh kalau lagunya diganti: reptil reptil di dinding diam diam merayap.. (ngebayangin reptil alligator lagi merayap didindinng atas rumah).hahahah.... reptil berasal darikata reptum yang artinya melata. hewan ini merupakan tetrapoda pertama yang bernafas seluruhnya dengan paru-paru. Di seluruh tubuh reptil tertutup oleh kulit atau sisik yang sangat kering. Dengan adanya kulit yang kerig ini reptil dapat menyesuaikan diri di tanah. Penandukan atau cornificatio kulit (carpace) berfungsi untuk menjaga hilangnya air pada dalam tubuh hewan ini.
ciri-ciri dari hewan ini adalah:
  • Tubuh dibungkus oleh kulit kering yang menanduk
  • bebrapa memiliki kelenjar permukaan kulit
  • Mempunyai 2 pasang anggota gerak, yang masing-masing memiliki 5 jari yang digunakan untuk mencengkram, naik pohon dll. sementara pada hewan air jari memiliki bentuk seperti dayung, bahkan pada ular tidak memiliki kaki
  • Skeleton mempunyai penulangan sempurna , tempurung kepala mempunyai 1 occipitale condyl
  • Jantung terdiri atas 4 ruangan namun masih belum sempurna (pada Crocodilia terpisah menjadi 2, tapi masih berlubang yang disebut foramen panizzae)
  • Pernafasan menggunakan paru-paru, namun pada penyu juga bisa menggunakan kloaka
  • Suhu tubuh tergantung pada lingkungan 
  • fertilisasi terjadi di dalam tubuh, biasaya mempunyai alat kopulasi: telur besar denga banyak yolk, berselaput kulit lunak atau bercangkok tipis
Pada kelas reptil, dibagi atas 4 Ordo (Drs. Maskoeri Hasyim: Sistematika hewan,281):

1.Ordo Testudinata
  Tubuh pada Ordo ini berbentuk bulat pipih dan umumnya relatif besar dan terbungkus oleh perisai. Perisai sebelah dorsal disebut carapace dan perisai sebelah bawah disebut plastron. Ekstrimitasnya termodifikasi sesuai dengan habitat hidupnya. Untuk anggota Ordo Testudinata yang hidup di laut, ekstrimitasnya termodifikasi menjadi bentuk seperti dayung untuk memudahkan hewan tersebut dalam bergerak di air (berenang). Sedangkan untuk anggota yang hidup di darat, alat geraknya termodifikasi menjadi bentuk batang atau tonggak, tanpa selaput dan untuk yang hidup pada habitat semiakuatik, terdapat selaput renang diantara jari-jarinya. Ordo ini tidak mempunyai gigi tapi sebagai gantinya mempunyai rahang berkulit tanduk.
Ordo testudinata dibagi menjadi sub Ordo yaitu cryptodyra dan pleurodira.


a. Sub ordo Cryptodyra
    Cryptodyra yaitu kura-kura yang dapat memasukkan secara penuh kepala dan lehernya ke dalam cangkang

Chelydra serpentina 






























b. Sub ordo Pleurodira
    Pleurodira ini adalah jenis kura-kura yang tidak dapat menyembunyikan kepala dan kakinya ke dalam tempurungnya. Namun leher dan kepala ditekuk kesamping tubuhnya (Cogger & Zweifel 2003)

Pelomedusa subrufa













 2. Ordo Rhynchocephalia 
      Ordo ini merupakan reptil zaman purba, yang masih hidup sampai sekarang mempunyai bentuk serupa kadal, berkulit tanduk dan bersisik, tulang punggung beduri pendek dan tulang rahan mudah digerakkan.
 Yang membedakan dengan kadal yaitu tidak mempunyai telinga eksternal, giginya bergabung dengan rahang. Sampai saat ini yang tersisa tinggal 2 jenis yaitu:

 Sphenodon guntheri













Sphenodon punctatum (Tuatara)














3. Ordo Squamata 
    Ordo ini merupakan jenis reptil terbanyak (kadal, ular). Kulit dilapisi oleh epidermis yan menanduk atau dibungkus oleh suatu zat tanduk. Hubungan rahang bawah dengan quadrat cranium bebas. Ordo squamata dibagi menjadi 3 sub ordo yaitu:
a. Sub ordo Lacertalia / Sauria
    Tubuh berbentuk silindris, mempunyai 2 pasang exreminitas, atau terduksi. makanan hewan ini dapat berupa insecta atau Invertebrata lainnya, namun ada juga yang herbivor.

Kadal (Malboya multifasiata)















Bunglon (Chameleo chameleon)













Komodo (Varanus komodensis)













b. Sub ordo Serpentes/Ophidia 
    Tubuh tidak memiliki extremiyas, walaupun sisanya diketemukan pada spesies tertentu. Mandibula (rahang bawah) terikat seluruhnya dengan ligament. Pada spesies yang berbisa memiliki taring yang berfungsi untuk menyuntikkan bisa.
Sedangkan untuk bisa ular, terdapat 3 jenis bisa yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa, perlindungan diri ataupun untuk membantu pencernaannya, yaitu :
· Haemotoxin : bisa yang menyerang sistem peredaran darah yaitu dengan cara menyerang sel-sel darah. Contoh famili yang memiliki bisa tipe ini adalah: Colubridae dan Viperidae.
· Cardiotoxin : masih berkaitan dengan sistem peredaran darah, bisa jenis ini menyerang jantung dengan cara melemahkan otot-otot jantung sehingga detaknya melambat dan akhirnya dapatku  berhenti. Contoh Famili yang memiliki bisa jenis ini tidak spesifik. Dalam arti, banyak famili yang sebagian anggotanya memiliki bisa jenis ini.
· Neurotoxin : bisa yang menyerang syaraf, menjadikan syaraf mangsanya lemah sehingga tidak dapat bergerak lagi dan dapat dimangsa dengan mudah. Famili Elapidae dan Hydrophiidae adalah contoh famili yang memiliki bisa tipe ini.

Jenis-jenis ular

- Suku Typhlopidae

Ular kawat  (Rhamphotyphlops braminus)
  













- Suku Cylindrophiidae
Ular kepala dua (Cylindrophis ruffus)














- Suku phytonidae
  Ular sanca kembang (Python reticulatus)














- Suku Acrochordidae
   Ular karung (Acrochordus javanicus)















- Suku Xenopeltidae

   Ular pelangi (Xenopeltis unicolor)













- Suku Colubridae

 Ular sapi (Zaocys carinatus)














- Suku Elapidae

   Ular King-cobra (Ophiophagus hannah)













-  Suku Viperidae

  Ular tanah (Calloselasma rhodostoma)












4. Ordo Crocodilia/Loricata
   Buaya memiliki tubuh yang panjang, kepala besar dan runcing, rahang kuat, dan gigi tumpul. Memiliki kaki penek dengan jari-jari berselaput tebal, ekor panjang dan kulit menebal mengalami cornificatio. Jantung terdiri atas 4 ruangan. Buaya memiliki tellinga dengan lubang yang kecil.

Crocodylus americanius

























Alligator sp.