Selasa, 14 Februari 2012

VERTEBRATA-reptilia



        Cicak cicak di dinding, diam diam merayap.. lagunya enak ya?? tapi malah jadi aneh kalau lagunya diganti: reptil reptil di dinding diam diam merayap.. (ngebayangin reptil alligator lagi merayap didindinng atas rumah).hahahah.... reptil berasal darikata reptum yang artinya melata. hewan ini merupakan tetrapoda pertama yang bernafas seluruhnya dengan paru-paru. Di seluruh tubuh reptil tertutup oleh kulit atau sisik yang sangat kering. Dengan adanya kulit yang kerig ini reptil dapat menyesuaikan diri di tanah. Penandukan atau cornificatio kulit (carpace) berfungsi untuk menjaga hilangnya air pada dalam tubuh hewan ini.
ciri-ciri dari hewan ini adalah:
  • Tubuh dibungkus oleh kulit kering yang menanduk
  • bebrapa memiliki kelenjar permukaan kulit
  • Mempunyai 2 pasang anggota gerak, yang masing-masing memiliki 5 jari yang digunakan untuk mencengkram, naik pohon dll. sementara pada hewan air jari memiliki bentuk seperti dayung, bahkan pada ular tidak memiliki kaki
  • Skeleton mempunyai penulangan sempurna , tempurung kepala mempunyai 1 occipitale condyl
  • Jantung terdiri atas 4 ruangan namun masih belum sempurna (pada Crocodilia terpisah menjadi 2, tapi masih berlubang yang disebut foramen panizzae)
  • Pernafasan menggunakan paru-paru, namun pada penyu juga bisa menggunakan kloaka
  • Suhu tubuh tergantung pada lingkungan 
  • fertilisasi terjadi di dalam tubuh, biasaya mempunyai alat kopulasi: telur besar denga banyak yolk, berselaput kulit lunak atau bercangkok tipis
Pada kelas reptil, dibagi atas 4 Ordo (Drs. Maskoeri Hasyim: Sistematika hewan,281):

1.Ordo Testudinata
  Tubuh pada Ordo ini berbentuk bulat pipih dan umumnya relatif besar dan terbungkus oleh perisai. Perisai sebelah dorsal disebut carapace dan perisai sebelah bawah disebut plastron. Ekstrimitasnya termodifikasi sesuai dengan habitat hidupnya. Untuk anggota Ordo Testudinata yang hidup di laut, ekstrimitasnya termodifikasi menjadi bentuk seperti dayung untuk memudahkan hewan tersebut dalam bergerak di air (berenang). Sedangkan untuk anggota yang hidup di darat, alat geraknya termodifikasi menjadi bentuk batang atau tonggak, tanpa selaput dan untuk yang hidup pada habitat semiakuatik, terdapat selaput renang diantara jari-jarinya. Ordo ini tidak mempunyai gigi tapi sebagai gantinya mempunyai rahang berkulit tanduk.
Ordo testudinata dibagi menjadi sub Ordo yaitu cryptodyra dan pleurodira.


a. Sub ordo Cryptodyra
    Cryptodyra yaitu kura-kura yang dapat memasukkan secara penuh kepala dan lehernya ke dalam cangkang

Chelydra serpentina 






























b. Sub ordo Pleurodira
    Pleurodira ini adalah jenis kura-kura yang tidak dapat menyembunyikan kepala dan kakinya ke dalam tempurungnya. Namun leher dan kepala ditekuk kesamping tubuhnya (Cogger & Zweifel 2003)

Pelomedusa subrufa













 2. Ordo Rhynchocephalia 
      Ordo ini merupakan reptil zaman purba, yang masih hidup sampai sekarang mempunyai bentuk serupa kadal, berkulit tanduk dan bersisik, tulang punggung beduri pendek dan tulang rahan mudah digerakkan.
 Yang membedakan dengan kadal yaitu tidak mempunyai telinga eksternal, giginya bergabung dengan rahang. Sampai saat ini yang tersisa tinggal 2 jenis yaitu:

 Sphenodon guntheri













Sphenodon punctatum (Tuatara)














3. Ordo Squamata 
    Ordo ini merupakan jenis reptil terbanyak (kadal, ular). Kulit dilapisi oleh epidermis yan menanduk atau dibungkus oleh suatu zat tanduk. Hubungan rahang bawah dengan quadrat cranium bebas. Ordo squamata dibagi menjadi 3 sub ordo yaitu:
a. Sub ordo Lacertalia / Sauria
    Tubuh berbentuk silindris, mempunyai 2 pasang exreminitas, atau terduksi. makanan hewan ini dapat berupa insecta atau Invertebrata lainnya, namun ada juga yang herbivor.

Kadal (Malboya multifasiata)















Bunglon (Chameleo chameleon)













Komodo (Varanus komodensis)













b. Sub ordo Serpentes/Ophidia 
    Tubuh tidak memiliki extremiyas, walaupun sisanya diketemukan pada spesies tertentu. Mandibula (rahang bawah) terikat seluruhnya dengan ligament. Pada spesies yang berbisa memiliki taring yang berfungsi untuk menyuntikkan bisa.
Sedangkan untuk bisa ular, terdapat 3 jenis bisa yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa, perlindungan diri ataupun untuk membantu pencernaannya, yaitu :
· Haemotoxin : bisa yang menyerang sistem peredaran darah yaitu dengan cara menyerang sel-sel darah. Contoh famili yang memiliki bisa tipe ini adalah: Colubridae dan Viperidae.
· Cardiotoxin : masih berkaitan dengan sistem peredaran darah, bisa jenis ini menyerang jantung dengan cara melemahkan otot-otot jantung sehingga detaknya melambat dan akhirnya dapatku  berhenti. Contoh Famili yang memiliki bisa jenis ini tidak spesifik. Dalam arti, banyak famili yang sebagian anggotanya memiliki bisa jenis ini.
· Neurotoxin : bisa yang menyerang syaraf, menjadikan syaraf mangsanya lemah sehingga tidak dapat bergerak lagi dan dapat dimangsa dengan mudah. Famili Elapidae dan Hydrophiidae adalah contoh famili yang memiliki bisa tipe ini.

Jenis-jenis ular

- Suku Typhlopidae

Ular kawat  (Rhamphotyphlops braminus)
  













- Suku Cylindrophiidae
Ular kepala dua (Cylindrophis ruffus)














- Suku phytonidae
  Ular sanca kembang (Python reticulatus)














- Suku Acrochordidae
   Ular karung (Acrochordus javanicus)















- Suku Xenopeltidae

   Ular pelangi (Xenopeltis unicolor)













- Suku Colubridae

 Ular sapi (Zaocys carinatus)














- Suku Elapidae

   Ular King-cobra (Ophiophagus hannah)













-  Suku Viperidae

  Ular tanah (Calloselasma rhodostoma)












4. Ordo Crocodilia/Loricata
   Buaya memiliki tubuh yang panjang, kepala besar dan runcing, rahang kuat, dan gigi tumpul. Memiliki kaki penek dengan jari-jari berselaput tebal, ekor panjang dan kulit menebal mengalami cornificatio. Jantung terdiri atas 4 ruangan. Buaya memiliki tellinga dengan lubang yang kecil.

Crocodylus americanius

























Alligator sp.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar